Dengerin Lagu Sedih Bikin Tambah Depresi

September 2, 2009

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto : Ehow)

Jakarta, Mendengarkan musik ketika sedang sedih, stres atau depresi memang terasa cocok. Tapi sebaiknya Anda tidak mendengarkan lagu sedih atau sendu, karena menurut sebuah studi hal itu hanya akan memperparah kesedihan dan tingkat depresi Anda.

Para peneliti dari Lawson Health Research Institute, Ontario melihat adanya perubahan dalam otak ketika merespons sebuah musik. Adanya fakta ini bisa membuka satu cara baru untuk menangani orang-orang depresi.

Dalam studi tersebut, para responden diminta memilih lagu favoritnya, baik itu lagu gembira (tempo cepat) maupun lagu sedih (tempo lambat).

Dengan menggunakan functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), dilakukan scanning pada bagian otak partisipan yang sedang mendengarkan musik selama kurang lebih 3 hingga 5 menit.

Partisipan yang diikutsertakan dalam studi ini terdiri dari mereka yang sedang dalam keadaan depresi dan juga mereka yang dalam keadaan normal (tidak depresi).

Hasil dari studi yang terdapat dalam Journal Neuro Report menunjukkan bahwa partisipan yang sedang depresi memiliki aktivitas otak yang lebih banyak ketika mendengarkan musik gembira daripada mereka yang mendengarkan musik sedih.

Musik sedih dan bertempo lambat hanya akan menambah keadaan sedih dan depresi seseorang. Meskipun lagu sedih memang cocok menemani seseorang yang sedang stres atau depresi karena temponya yang lambat, menyentuh, dan sesuai dengan keadaan mereka, tapi para peneliti menyarankan agar hal itu tidak dilakukan karena hanya akan memperburuk situasi dan menyebabkan penurunan aktivitas otak mereka.

Seperti dikutip dari MSN, Kamis (27/8/2009), Dr Elizabeth Osuch mengatakan bahwa dengan memberikan penanganan melalui bagian otak yang terkena depresi, para ahli bisa menemukan obat yang lebih cepat mengatasi depresi tanpa memerlukan efek kimiawi.

Sejak tahun 1996 dan 2005, obat antidepresi memang banyak dipakai masyarakat di Amerika bahkan jumlahnya meningkat dua kali lipat dan para psikiater pun lebih banyak kedatangan pasien yang stres dan depresi.

Daripada mendengarkan musik sedih yang hanya akan membuat Anda tambah sedih, kenapa tidak mencari hal lain yang bisa membuat Anda tenang atau ceria kembali seperti olahraga, bercerita dengan teman, menonton film kartun, membaca komik, atau mungkin mengambil air wudhu dan membaca Al-quran untuk menenangkan hati dan pikiran bagi mereka yang beragama muslim.


Pekerjaan yang Paling Bikin Stres

September 2, 2009

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(dok.seasonalstores)

Jakarta, Menurut Anda, pekerjaan jenis apa yang paling bikin stres? Polisi, guru, dokter atau apa? Sebuah survei pun dilakukan untuk mengetahui pekerjaan seperti apa yang membuat seseorang kelelahan.

Tidak ada pekerjaan yang tidak melelahkan, tapi seberapa besar tingkat kelelahannya itulah yang menentukan seberapa besar seseorang berisiko terkena stres.

Sebuah survei yang dilakukan oleh para psikolog bisnis pun menyebutkan bahwa pekerjaan yang paling membuat stres adalah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan publik.

Dilansir dari Health24, Jumat (28/8/2009), sebanyak 25.000 pekerja Inggris dengan 26 jenis pekerjaan yang berbeda melakukan poling mengenai seberapa tinggi tingkat stres mereka dalam menghadapi pekerjaannya masing-masing.

Dari survei tersebut diketahui pula bahwa para karyawan yang melakukan kontak langsung dengan masyarakat atau publik memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibanding para atasan atau bosnya.

Adapun jenis pekerjaan yang paling berat, melelahkan dan memicu stres versi poling tersebut adalah para tenaga medis (dokter, suster, bidan, dsb), diikuti dengan guru dan pekerja sosial.

Berbeda dengan para bawahan dan karyawannya, para bos dan atasan justru cenderung menikmati pekerjaannya, memiliki tingkat kesehatan yang baik, kepuasan kerja, dan memiliki level stres yang lebih rendah.

Namun apapun jenis pekerjaan Anda, asalkan dikerjakan dengan ikhlas dan sabar, pasti tidak akan terasa berat. Anggaplah bekerja sebagai ladang amal dan beribadah, maka Anda pun akan merasa lebih senang tanpa merasa terbebani atau stres.


Jangan Konsumsi Makanan yang Tak Bisa Disandingkan

September 2, 2009

Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(Foto: deviantart)

Jakarta, Setiap orang pasti pernah mendengar beberapa mitos yang menyebutkan beberapa makanan tidak boleh dimakan bersamaan, seperti mitos buah semangka dengan sirup jeruk atau permen mint dengan softdrink. Tapi itu semua hanya mitos saja, lalu jenis makanan apa saja yang tidak boleh dijadikan satu?

Ada berbagai jenis makanan berbeda yang bisa dikonsumsi oleh semua orang, tapi ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan secara bersama-sama. Karena jika dikonsumsi bersama-sama tidak hanya membuat rasa menjadi tidak enak tapi juga bisa menimbulkan risiko efek samping yang negatif.

Hal ini karena setiap makanan memiliki struktur kimia yang berbeda-beda, beberapa dari jenis makanan tersebut jika dikonsumsi bersama-sama kemungkinan akan menghasilkan reaksi kimia yang tidak menguntungkan di dalam tubuh, seperti dikutip dari Newsgd, Jumat (28/8/2009).

Ini dia beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan bersama-sama:

Susu kedelai dengan telur. Karena susu kedelai bisa mengurangi aktivitas dari enzim protease, yang digunakan oleh tubuh untuk membantu memetabolisme protein. Sementara diketahui bahwa telur merupakan makanan yang kaya akan protein.

Susu dengan coklat. Seperti diketahui bahwa susu kaya akan protein dan kalsium sementara coklat kaya akan oxalic acid. Jika dikonsumsi bersama-sama, kalsium dari susu dan oxalic acid dari coklat bisa bergabung dan membentuk kalsium oksalat yang tidak dapat larut dalam tubuh. Akibatnya bukan hanya tidak bisa dicerna oleh tubuh tapi bisa menyebabkan diare.

Buah kesemek dengan kentang manis. Kentang menghasilkan asam hidroklorik di dalam perut, asam ini bisa menyebabkan buah kesemek yang dikonsumsi mengendap dalam tubuh. Endapan tersebut bisa menjadi batu yang tidak bisa larut, sehingga bisa mengganggu pencernan.

Beberapa buah-buahan dengan makanan laut. Buah anggur, delima atau kesemek tidak boleh digabung dengan makanan laut, karena bisa menyebabkan mual dan perut kembung serta rasa sakit pada perut dan diare. Ini karena buah-buahan tersebut mengandung tannin yang jika digabungkan dengan protein bisa menghasilkan zat yang tidak larut dan tidak bisa dicerna. Sebaiknya mengonsumsi buah-buahan tersebut 4 jam setelah makan makanan laut.

Produk susu dengan brokoli, kacang kedelai dan bayam. Zat kimia yang terkandung di dalam sayuran ini bisa memberikan efek negatif terhadap proses metabolisme kalsium dari produk susu.

Agar terhindar dari efek samping yang bisa ditimbulkan oleh makanan-makanan tersebut, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan itu secara bersama-sama. Untuk mensiasatinya berilah jarak waktu antar makanan dan jangan terlalu berlebihan mengonsumsinya.


Kacang Merah Paling Bagus Jaga Berat Badan

September 2, 2009

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(dok. Chinapeanut.com)

Jakarta, Ingin berat badan stabil? Konsumsi kacang merah sangat dianjurkan karena kacang merah memperlambat pelepasan kalori dalam tubuh, memperlambat rasa lapar dan menunda kenyang.

Jika Anda sedang dalam program diet, makanan apa yang dapat diandalkan untuk menurunkan berat badan? Diantara sekian banyak jenis makanan yang bagus untuk diet, ternyata kacang merah dan gandum sangat dianjurkan. Namun mana yang lebih baik?

Untuk memulai program diet, sebaiknya Anda tahu dulu apa yang membuat sebuah makanan itu baik untuk diet. Ternyata faktor paling penting yang harus dimiliki makanan diet adalah serat larut.

Semua bahan pangan yang banyak mengandung serat larut sangat baik karena dapat menyerap air. Bagi yang sedang melakukan diet, serat larut dapat menjaga level darah tetap stabil dan menurunkan kolesterol dengan mencegah penyerapan lemak dalam usus dan juga menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

Kacang merah dan gandum utuh (oat) adalah sumber serat larut yang baik. Tapi ternyata kacang merah akan lebih banyak bermanfaat untuk diet ketimbang gandum.

“Kacang merah adalah sumber yang lebih baik untuk jantung daripada gandum utuh, karena serat larut dan antioksidannya lebih banyak dari gandum utuh. Tapi sayangnya orang-orang jarang mengonsumsinya,” ujar Riska Platt, RD dari American Heart Association, seperti dilansir Health, Senin (31/8/2009).

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition tahun 2002 menemukan bahwa hanya dengan mengonsumsi setengah mangkuk kacang merah matang setiap harinya dapat menurunkan kolesterol dalam waktu tiga bulan.

Dietary Guidelines for Americans pun merekomendasikan orang-orang untuk mengonsumsi setidaknya tiga mangkuk kacang merah setiap minggunya jika ingin melakukan diet sehat dan mendapatkan tubuh yang ideal.

Jadi jangan lupa masukkan kacang merah ke dalam menu makanan Anda sehari-hari, terutama di bulan puasa ini yaitu pada saat sahur, karena akan memperlambat pelepasan kalori dalam tubuh, memperlambat rasa lapar dan menunda kenyang sehingga tubuh ideal pun bisa cepat Anda dapatkan.


Jangan Makan Sambil Berdiri Kalau Ingin Kurus

September 2, 2009

Nurul Ulfah – detikHealth

img
(Foto : Sheknow)

Jakarta, Orang tua sering melarang kita makan dan minum sambil berdiri. Mungkin kedengarannya seperti nasihat biasa saja, tapi ternyata hal itu ada benarnya jika Anda ingin menurunkan berat badan. Jangan makan sambil berdiri kalau ingin kurus.

Anda merasa sudah melakukan diet dengan benar tapi berat badan belum berkurang juga? Mungkin ada yang salah dengan cara makan Anda. Kebiasaan makan sambil berdiri bisa jadi salah satu penyebab mengapa Anda tidak kurus-kurus.

Dikutip dari Parade Magazine, Senin (31/8/2009), ada beberapa hal yang harus dan tidak Anda lakukan untuk menurunkan berat badan.

Jangan makan sambil berdiri
Di zaman yang serba cepat ini, makan bukanlah kegiatan yang spesial lagi. Dahulu, orang-orang selalu makan dalam keadaan duduk untuk menghargai berkah yang diberikan sang pencipta. Namun kini, makan sambil berdiri bahkan berjalan sudah jadi hal yang lumrah.

Secara ilmiah, makan sambil duduk dan tetap pada satu tempat membuat otak tidak akan memikirkan makanan lain selain yang ada di hadapannya saat itu. Hal itu karena tubuh akan memberikan sinyal pada otak untuk tidak perlu mencicipi makanan lainnya dan fokus pada satu makanan ketika sedang duduk, dan hal itu membuat Anda lebih sedikit memasukkan kalori dalam tubuh.

Jangan makan dalam gelap
Makan di tempat gelap diterangi lilin mungkin terdengar romantis, tapi jangan salah, hal itu justru membuat nafsu makan bertambah tanpa disadari.

Selain makanan tidak terlihat dengan baik, makan dalam gelap juga akan menyamarkan perilaku makan seseorang karena merasa tidak terlihat. Dalam ruangan terang, seseorang akan lebih sadar dengan apa yang mereka makan dan lebih baik mengontrol porsinya.

Jangan sepelekan tidur
Studi baru-baru ini menyebutkan bahwa kurang tidur menyebabkan berat badan bertambah. Ketika mata tidak mendapatkan cukup waktu untuk terpejam, tubuh akan memproduksi hormon ghrelin yang membuat seseorang merasa lapar, serta menurunkan hormon leptin yang meningkatkan rasa kenyang. Disiplin dalam tidur adalah faktor penting untuk mengurangi berat badan.

Buat porsi makan kecil-kecil
Para ahli dari Cornell University and the University of Illinois menemukan bahwa mengonsumsi makan dalam porsi dan wadah yang kecil-kecil bisa mengurangi berat badan. Dalam Journal of the American Medical Association disebutkan bahwa perilaku makan dalam jumlah kecil lebih efektif mengurangi berat badan daripada makan dalam porsi dan wadah yang besar.

Batasi pilihan makanan favorit
Meskipun sedang diet, terkadang Anda tak tahan untuk mencicipi semua makanan, apalagi makanan favorit. Langkah alternatif yang Anda ambil pun biasanya Anda akan mencicipi semua makanan itu dalam porsi kecil-kecil.

Sebaiknya jangan teruskan kebiasaan itu karena sebuah studi menyebutkan bahwa seseorang akan merasa lebih bahagia ketika mengonsumsi makanan favoritnya berulang-ulang. Hal itu akan membuat porsi kecil tadi menjadi besar. Oleh karena itu, batasi dan kurangi pilihan makanan yang ada di depan mata, meskipun itu adalah makanan favorit Anda.

Selipkan serat di setiap menu
Serat sangat baik untuk orang diet karena akan memperlambat kerja saluran pencernaan dan menyerap air yang membuat rasa kenyang tertahan lebih lama di perut.

Begitu juga halnya dengan protein yang lebih lambat dicerna daripada karbohidrat dan lemak. Kombinasi serat dan protein akan sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Oleh karena itu, pilihlah salad atau sup ketimbang pasta sebagai hidangan penutup.


Biar Pori-pori Kulit Tak Besar

September 2, 2009

Vera Farah Bararah – detikHealth

img
(dok. allwomenstalk.com)

Jakarta, Ada berbagai macam jenis kulit mulai dari kulit normal, kering dan berminyak. Tak kalah penting masalah pori-pori kulit yang besar yang cukup merepotkan. Cari tahu cara merawat kulit berpori-pori besar.

Semua orang menginginkan pori-pori kulit yang kecil karena akan terlihat lebih baik dan tidak terlalu bermasalah. Tapi banyak juga orang yang memiliki pori-pori kulit yang besar yang disebabkan oleh faktor genetik dan adanya jerawat atau komedo pada kulit wajah.

Beberapa orang memiliki pori-pori kulit yang sudah besar salah satunya juga dipengaruhi oleh riasan yang digunakan. Biasanya ada daerah tertentu yang memiliki pori-pori kulit yang besar, seperti hidung, dahi dan daerah wajah secara umum. Tidak ada perbedaan antara laki-laki maupun perempuan, keduanya bisa saja memiliki pori-pori kulit yang besar.

Biasanya masalah akan timbul akibat pori-pori kulit tersebut mengeluarkan minyak yang berlebih, sehingga menutupi permukaan kulit dan dengan adanya sel kulit yang mati akan menimbulkan komedo yang membuat pori-pori semakin besar.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat pori-pori kulit yang besar agar tidak bermasalah, seperti dikutip dari eHow, Rabu (2/9/2009), yaitu:

  1. Mencuci muka dengan sabun yang mengandung butiran (scrub) asam alfa hidroksi, butiran dalam sabun tersebut akan mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit serta menghambat pori-pori terbuka.
  2. Gunakan kertas untuk mengangkat komedo dan minyak berlebih di wajah, selain itu bisa juga mengencangkan pori-pori sehingga tidak membesar.
  3. Bersihkan wajah dari sisa-sisa riasan dan pelembab anti radiasi sebelum tidur, gunakan krim yang dingin untuk mengangkat riasan yang berat.
  4. Membersihkan wajah tidak lebih dari 2 kali sehari, membersihkan wajah dengan sabun yang terlalu sering akan mendorong produksi minyak berlebih di dalam pori-pori kulit. Sehingga memicu timbulnya komedo dan jerawat.
  5. Mengonsumsi vitamin yang mengandung retinol dan vitamin C. Kulit akan mengubah retinol menjadi asam retinoic yang akan digunakan kulit untuk mencegah pecahnya elastin dan kolagen di kulit. Sedangkan vitamin C akan menghasilkan ascorbyl palmitate yang membantu pori-pori besar mendorong sintesis kolagen.

Jadi, mulai saat ini pori-pori kulit yang besar tidak akan menimbulkan masalah lagi jika bisa dirawat dengan benar. Hal terpenting adalah menjaga agar produksi minyak tidak berlebih, sehingga tidak menutup pori-pori kulit yang bisa mengakibatkan komedo dan jerawat.


Glutamine, Cegah Sel Kanker Konsumsi Gula

Agustus 24, 2009

KOMPAS.com – Penelitian terkini yang dilakukan peneliti asal Amerika Serikat berhasil mengungkap bagaimana menghentikan sel tumor dalam “memakan gula”.

Salah satu perbedaan sel kanker dengan sel normal di sekelilingnya adalah pada bentuk metabolisme glukosa. Sejak tahun 1923, para ilmuwan telah mengetahui bahwa sel tumor mengonsumsi glukosa lebih banyak daripada sel normal.

Secara umum, kecepatan pertumbuhan sel kanker yang mencerminkan tingkat keganasannya sebanding dengan tingkat konsumsi glukosa. Penelitian yang dilakukan para ahli dari AS ini berhasil mengungkapkan bagaimana proses itu berlangsung.

“Kami berharap hasil penelitian ini bisa bermanfaat untuk menghentikan pertumbuhan sel tumor,” kata Don Ayer, peneliti dari Huntsman Cancer Institute dan profesor dari Department of Oncological Science, Univeristas Utah, AS.

Ayer dan timnya menemukan bahwa pembatasan asam amino yang disebut glutamin bisa menghentikan kemampuan sel dalam memanfaatkan glukosa.

“Pada dasarnya, jika Anda tidak punya glutamin, maka sinyal sel akan berhenti karena kekurangan glukosa dan akhirnya akan menekan pertumbuhan sel kanker,” kata Ayer yang penelitiannya dipublikasikan dalam situs jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences.

Langkah selanjutnya dari penelitian ini adalah mengembangkan hewan percobaan untuk menguji teori tentang protein MondoA dan gen yang disebut TXNIP dalam mengontrol pengambilan glukosa oleh sel. “Bila kita bisa memahami hal ini, maka kita akan memutus siklus penggunaan glukosa yang sangat bermanfaat untuk pengobatan kanker,” kata Ayer.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.